Cara Buat Fermentasi Jerami Cepat Sukses

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang melimpah setelah masa panen. Namun, jerami mentah memiliki kandungan nutrisi rendah dan serat kasar tinggi sehingga ternak sulit mencernanya. Solusinya adalah mengolah jerami menjadi pakan fermentasi yang lebih bergizi dan mudah dicerna. Proses ini juga membantu memperpanjang masa simpan jerami sehingga dapat digunakan sebagai stok pakan sepanjang tahun. Berikut beberapa metode fermentasi jerami yang bisa peternak terapkan.

1. Metode Fermentasi Jerami Menggunakan EM4

Metode fermentasi menggunakan EM4 tergolong praktis dan mudah diterapkan oleh peternak pemula maupun berpengalaman. Prosesnya tidak membutuhkan peralatan khusus dan hasil fermentasinya cukup stabil selama langkah-langkah dilakukan dengan benar.

Bahan yang diperlukan:

  • Jerami kering 100 kg
  • EM4 sebanyak 1 liter
  • Molase atau gula merah 6 kg
  • Air 20-30 liter

Langkah-langkah fermentasi dengan EM4:

  1. Cacah jerami sepanjang 5-10 cm agar fermentasi lebih merata
  2. Larutkan EM4 dan molase ke dalam air hingga rata
  3. Siapkan wadah fermentasi seperti drum plastik dengan penutup rapat
  4. Masukkan jerami cacahan sambil menyiram larutan EM4 secara bertahap
  5. Remas jerami hingga mencapai kadar air 30-40 persen tanpa meneteskan air
  6. Padatkan jerami dengan menginjak-injak untuk menghilangkan rongga udara
  7. Tutup wadah rapat-rapat dan simpan di tempat teduh
  8. Tunggu proses fermentasi selama 7 hari
  9. Angin-anginkan jerami 15-20 menit sebelum peternak memberikannya pada ternak

2. Teknik Fermentasi Jerami dengan Probiotik

Selain EM4, peternak juga bisa menggunakan probiotik seperti Starbio untuk mempercepat fermentasi. Metode ini sering diterapkan di area luar atau tanpa wadah tertutup sehingga cocok untuk cara buat fermentasi jerami sistem terbuka dengan kapasitas besar.

Bahan yang diperlukan:

  • Jerami segar 1 ton
  • Probiotik 2,5 kg
  • Urea 2,5 kg
  • Air secukupnya

Langkah-langkah menggunakan probiotik:

  1. Tumpuk jerami di tempat terlindung dengan ketebalan 20 cm
  2. Taburi urea dan probiotik secara merata di atas tumpukan
  3. Tambahkan lagi tumpukan jerami setebal 20 cm
  4. Ulangi pemberian probiotik dan urea hingga ketinggian 1-2 meter
  5. Siram tumpukan dengan air hingga kadar air mencapai 60 persen
  6. Tunggu fermentasi selama 9-12 hari
  7. Bongkar dan angin-anginkan sebelum peternak memberikannya pada ternak

3. Proses Fermentasi dengan Molase

Metode fermentasi menggunakan molase efektif meningkatkan palatabilitas pakan karena mengandung gula yang ternak sukai.

Bahan yang diperlukan:

  • Jerami kering 1 ton
  • Molase 6 liter
  • Probiotik 1 kg
  • Air secukupnya

Langkah-langkah mengolah jerami dengan molase:

  1. Cacah jerami hingga berukuran 2-5 cm
  2. Larutkan molase dan probiotik dalam air dengan perbandingan tepat
  3. Masukkan jerami cacahan ke drum silo
  4. Semprot dengan larutan molase secara bertahap sambil mengaduknya
  5. Padatkan setiap lapisan dengan menginjak-injak
  6. Tutup bagian atas drum dengan plastik
  7. Kencangkan dengan tali atau karet agar kedap udara
  8. Simpan selama 21 hari hingga proses fermentasi sempurna

Tanda-Tanda Keberhasilan Proses

Peternak dapat mengenali fermentasi jerami yang berhasil melalui ciri-ciri berikut:

  • Aroma agak harum seperti tape atau fermentasi normal
  • Warna berubah menjadi kuning kecoklatan
  • Tekstur lemas dan tidak kaku
  • Tidak busuk dan tidak berjamur
  • pH sekitar 4-5

Jika muncul bau busuk menyengat atau terdapat jamur hitam, berarti fermentasi gagal dan peternak tidak boleh memberikannya pada ternak karena dapat membahayakan kesehatan hewan.

Rangkuman

Peternak dapat melakukan fermentasi jerami dengan berbagai metode mulai dari penggunaan EM4, probiotik, hingga molase. Waktu fermentasi berkisar 7–21 hari tergantung metode yang digunakan. Fermentasi jerami meningkatkan nilai gizi, mempermudah pencernaan ternak, dan memberikan solusi ketersediaan pakan sepanjang tahun terutama saat musim kemarau.

Dengan pakan yang lebih berkualitas, pertumbuhan dan kesehatan ternak dapat terjaga secara optimal. Oleh karena itu, pastikan peternak mengikuti langkah-langkah dengan tepat agar hasil fermentasi maksimal dan benar-benar bermanfaat bagi produktivitas ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *