Singkong, atau ubi kayu (Manihot esculenta), adalah salah satu sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kita sering mengolah singkong menjadi beragam olahan, mulai dari digoreng, direbus, hingga menjadi keripik vacuum frying dan hidangan utama. Namun, tahukah kamu ada beberapa jenis singkong berbahaya?
Beberapa jenis singkong berbahaya mengandung senyawa beracun yang bisa membahayakan kesehatan jika kita tidak mengolahnya dengan benar.
Kenapa Ada Jenis Singkong yang Berbahaya?
Bahayanya singkong itu sebenarnya ada dikandungan glikosida sianogenik, linamarin dan lotaustralin, karena senyawa ini bakal berubah menjadi zat beracun yang bernama asam sianida (HCN).
Tetep aja, tingkat kandungan sianida itu beda-beda dan bervariasi tergantung jenis, kondisi pertumbuhan, dan cara mengolahnya. Bahaya banget!
Mengenal Jenis-jenis Singkong Berdasarkan Kandungan Sianida
Secara umum, kita membagi singkong menjadi dua kategori berdasarkan kadar sianida:
- Singkong Manis (Sweet Cassava): Jenis singkong ini memiliki kadar sianida rendah, biasanya kurang dari 50 mg HCN per kilogram umbi segar. Singkong manis umumnya aman untuk kita konsumsi setelah direbus atau digoreng dengan pengolahan standar. Contohnya, singkong Mentega dan singkong Gajah yang populer di Indonesia.
- Singkong Pahit (Bitter Cassava): Inilah jenis singkong berbahaya yang perlu kita waspadai. Singkong pahit mengandung kadar sianida yang jauh lebih tinggi, bisa mencapai lebih dari 50 mg HCN per kilogram umbi segar, bahkan ada yang mencapai 500 mg HCN/kg. Makanya, konsumsi singkong pahit tanpa pengolahan yang pas bisa menyebabkan keracunan serius, malah sampai kematian. Beberapa contoh singkong pahit yang sering kita temukan adalah jenis racun atau kayu. Biasanya, singkong pahit memiliki aroma yang lebih kuat dan rasa yang getir.
Ciri-ciri Singkong Beracun dan Tanda Keracunan
Bagaimana cara kita mengenali singkong pahit? Rasanya getir dan rata-rata singkong pahit itu punya ukuran yang lebih gede dan kulitnya lebih tebal. Daunnya pun seringkali terlihat lebih gelap.
Jika seseorang mengalami keracunan sianida dari singkong, gejala yang muncul bisa beragam, antara lain:
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Pusing
- Nyeri perut
- Lemah dan lesu
- Sulit bernapas
- Detak jantung cepat
- Malahan, pada kasus yang udah bener-bener parah banget, singkong bisa bikin kejang, koma, malah sampai berujung kematian.
Penutup
Meskipun beberapa jenis singkong berpotensi berbahaya, kamu tidak perlu khawatir berlebihan. Asalkan kamu ngolahannya benar dan tepat, kamu dapat meminimalisir kandungan sianida sampai aman untuk dikonsumsi. Berikut beberapa tipsnya:
- Selalu pilih singkong yang dikenal sebagai jenis manis.
- Pastiin kamu mengupas singkong hingga bersih, buang bagian kulit dan lapisan tipis di bawahnya karena konsentrasi sianida paling tinggi berada di sana.
- Potong singkong menjadi bagian yang lebih kecil akan membantu pelepasan sianida saat kita mencuci atau merebusnya.
- Rendam singkong dalam air selama beberapa jam (semalam lebih baik) bisa bantu kamu bikin sebagian sianida larut dan jangan lupa ganti air rendaman beberapa kali.
- Merebus adalah metode paling efektif untuk mengurangi sianida. Pastiin kamu merebus singkong dalam air mendidih tanpa penutup selama minimal 20-30 menit. Buang air rebusan setelah selesai dan jangan menggunakannya untuk keperluan lain.
- Buat beberapa jenis olahan, seperti tapai atau tepung singkong, proses fermentasi juga efektif dalam menghilangkan sianida.
Dengan memahami jenis singkong berbahaya dan cara pengolahan yang benar, kamu bisa menikmati kelezatan singkong tanpa perlu khawatir akan risiko kesehatan. Jadi, selalu utamakan keamanan pangan demi kesehatan keluarga!
